Cerita Dewasa Ngentot Tante Girang Di Semak-Semak

cerita dewasa ngentot tante girang


Suatu hari di sudut kota kecil yang terpencil, hiduplah seorang tante girang yang sangat terkenal dengan parasnya yang cantik dan tubuhnya yang menggoda. Namanya adalah Tante Rere, sering kali dia memikat para pria dengan tatapan sensualnya dan senyumnya yang manis. Setiap kali dia melintas di jalanan, banyak orang yang tak bisa menahan godaan untuk melihatnya.


Tante Rere adalah seorang janda berusia 35 tahun yang sudah lama ditinggalkan oleh suaminya. Meskipun dia sudah memiliki anak yang sudah mulai dewasa, namun hal itu tak membuatnya kehilangan pesona dan daya tariknya. Bahkan, banyak pria yang rela melakukan apapun untuk bisa mendapatkan sesuap nasi dari tante girang tersebut.


Salah satu pria yang sangat tergila-gila pada Tante Rere adalah seorang pemuda bernama Rizky. Rizky adalah seorang pekerja serabutan yang baru saja pindah ke kota kecil tersebut dan bekerja sebagai tukang parkir di pasar tradisional. Meskipun tidak memiliki pekerjaan tetap, namun Rizky punya niat yang kuat untuk meraih kesuksesan dan mendapatkan Tante Rere sebagai pacarnya.


Setiap hari, Rizky selalu memperhatikan gerak-gerik Tante Rere dari kejauhan. Dia mengikuti setiap langkahnya dan mencuri pandang saat tante girang tersebut sedang berjalan-jalan di sekitar pasar. Rizky merasakan getaran di selangkangannya setiap kali melihat Tante Rere, dan dia pun semakin makin tak bisa menahan hasratnya untuk menidurinya.


Baca Juga

Pada suatu pagi yang cerah, Rizky bertemu dengan Tante Rere di semak-semak belakang pasar. Tante Rere sedang beristirahat sambil membersihkan keringatnya setelah berbelanja kebutuhan rumah tangga. Rizky melihat kesempatan emas ini untuk bisa melakukan aksinya kejamnya. Dengan langkah-langkah perlahan, Rizky menghampiri Tante Rere yang sedang asyik merapikan rambutnya.


"Tante, apa yang sedang Tante lakukan di sini sendirian?" tanya Rizky dengan suara lirih, mencoba membujuk Tante Rere untuk menerima ajakannya.


Tante Rere menoleh dengan ekspresi terkejut, namun kemudian tersenyum manis melihat wajah tampan Rizky. "Oh, Rizky. Anda yang mengejutkan saya. Saya hanya beristirahat sebentar di sini. Ada apa?" jawab Tante Rere dengan ramah.


Rizky tersenyum penuh kelicikan. Dia melangkah lebih dekat ke arah Tante Rere dan memberanikan diri. "Tante, saya sudah lama menyukai Tante. Bolehkah saya mengajak Tante untuk berbicara lebih intim?" ujarnya dengan nada jahil.


Tante Rere tersenyum membalas, namun matanya mengisyaratkan bahwa dia juga tertarik pada Rizky. "Tentu saja, Rizky. Saya terbuka untuk mendengarkan apa yang ingin Anda katakan," kata Tante Rere sambil duduk di atas batu besar yang ada di semak-semak.


Rizky pun segera duduk di samping Tante Rere dan mulai merayu dengan penuh percaya diri. Dia memuji kecantikan Tante Rere dan menyatakan niatnya untuk bisa menjadi pria yang bisa membuat Tante Rere bahagia dan puas. Tante Rere hanya tertawa kecil mendengar kata-kata Rizky, namun dalam hatinya dia juga merasakan desakan birahi yang semakin memuncak.


Tanpa basa-basi, Rizky pun langsung mencium bibir Tante Rere dengan penuh nafsu. Tante Rere terkejut namun tidak menolak. Dia pun membalas ciuman Rizky dengan penuh gairah. Keduanya saling mencoba untuk merasakan sensasi yang menggila, dan Rizky pun semakin yakin bahwa saat yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba.


Rizky pun mulai merayapkan tangannya ke arah payudara Tante Rere yang montok. Tante Rere mendesah kecil merasakan sentuhan lembut Rizky yang menyentuh putingnya. Tanpa berpikir panjang, Tante Rere pun meraih kontol Rizky yang sudah tegang seperti kayu dari dalam celananya. Dia ingin merasakan kenikmatan yang lebih dari pemuda ini.


Rizky pun segera menyingkap rok mini yang dipakai Tante Rere, dan mulai meraba-raba memeknya yang sudah basah karena gesekan yang terjadi sejak awal pertemuan mereka. Tante Rere mendesah hebat saat lidah Rizky mulai menjelajah ke bagian dalam vaginanya. Dia merasa sangat bergairah dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan Rizky kepadanya.


Tak lama kemudian, Tante Rere merasa tubuhnya sudah mulai lemas dan kehilangan kendali. Dia meraih kontol Rizky yang besar dan keras, kemudian membimbingnya masuk ke dalam memeknya yang sudah siap untuk disodok. Rizky pun mulai menyetubuhi Tante Rere dengan penuh nafsu dan gairah. Mereka berdua saling merasakan kenikmatan yang tak terkira saat melewati tubuh masing-masing.


Di tengah semak-semak belakang pasar, suara desahan dan erangan mereka berdua bergema. Tak ada yang peduli akan hal itu, karena mereka berdua sudah terlanjur kehilangan kendali dan tak bisa menghentikan hasrat birahi mereka. Rizky semakin mempercepat gerakan tusukan kontolnya ke dalam memek Tante Rere, sementara Tante Rere mendesah dan mengerang keras merasakan kenikmatan yang melanda seluruh tubuhnya.


Tak terasa, Tante Rere pun akhirnya mencapai puncak kenikmatannya. Tubuhnya bergetar hebat dan dia merasakan sensasi luar biasa saat memeknya disodok oleh kontol Rizky. Rizky pun tidak kalah kerasa. Dia pun melepaskan semua cairan sperma yang dihasilkan dengan penuh semangat ke dalam memek Tante Rere yang sudah basah oleh kenikmatan.


Setelah keduanya merasakan puncak kenikmatan, mereka terdiam sejenak. Napas mereka berdua terengah-engah dan tubuh mereka basah oleh keringat. Tante Rere tersenyum puas melihat Rizky yang masih menatapnya dengan penuh cinta. Mereka berdua pun saling berpelukan dan berciuman dengan penuh kasih sayang. Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan mereka berdua saat itu.


Setelah sesi bercinta yang liar di semak-semak belakang pasar, Rizky dan Tante Rere pun berpisah dengan senyum manis di wajah mereka. Mereka merasakan bahwa malam itu adalah awal dari petualangan seks yang tak terlupakan. Dan sejak saat itu, mereka berdua pun menjadi pasangan yang selalu digosipkan oleh warga sekitar, namun keduanya tak peduli. Mereka hanya ingin menikmati setiap momen yang mereka lewati bersama.


Seiring berjalannya waktu, Rizky dan Tante Rere semakin akrab dan semakin mencintai satu sama lain. Mereka tidak peduli dengan perbedaan usia dan status sosial yang dimiliki. Yang mereka tahu dan rasakan hanyalah cinta dan gairah yang selalu menyala di hati mereka. Dan setiap kali mereka bertemu di semak-semak belakang pasar, mereka selalu merasakan kenikmatan yang tak terkalahkan. Karena bagi mereka, kepuasan seksual adalah hal yang paling utama dalam hidup mereka.

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel