Cerita Dewasa Ngentot Cewek Jilbab Di Gubuk Tengah Sawah
Kamis, 30 Oktober 2014

Pagi itu, Angga merasa gelisah. Ia sudah lama tidak merasakan sentuhan lembut seorang wanita. Selama beberapa bulan terakhir, ia sibuk dengan pekerjaan di kota besar. Namun, kali ini ia memutuskan untuk pulang kampung ke desa halamannya.
Sesampainya di desa, Angga merasa seperti kembali ke masa lalu. Dia menghirup udara segar dan melihat sawah-sawah yang hijau. Desa tempat tinggalnya terletak di tengah-tengah sawah yang luas. Angga tahu bahwa di desa tersebut tinggal seorang gadis cantik bernama Sarah. Sarah adalah cewek jilbab yang selalu memikat hati Angga.
Dengan langkah mantap, Angga berjalan menuju rumah Sarah. Setelah beberapa menit berjalan, ia tiba di depan sebuah gubuk kecil di tengah sawah. Di sana, Sarah sedang duduk di teras gubuk sambil tertawa-tawa dengan teman-temannya.
"Salam, Sarah. Kau cantik sekali hari ini," ucap Angga sambil tersenyum manis.
Sarah terkejut melihat kedatangan Angga. Ia langsung merona merah dan tersipu malu. "Terima kasih, Angga. Kamu juga terlihat tampan seperti biasa," balas Sarah sambil tersenyum malu-malu.
Angga dan Sarah pun duduk bersama di teras gubuk. Mereka mulai bercakap-cakap dan tertawa bersama. Angga merasa begitu bahagia bisa berada di dekat Sarah. Ia merasa seperti kembali ke masa-masa indah ketika mereka masih remaja dan sering bermain bersama di sawah-sawah.
Setelah beberapa jam berlalu, matahari mulai terbenam di ufuk barat. Angga merasa bahwa ini adalah kesempatan terbaik baginya untuk mengungkapkan perasaannya pada Sarah.
"Sarah, apa kau masih ingat saat kita masih kecil dulu? Kita sering sekali bermain bersama di sawah-sawah ini," ucap Angga lirih.
Sarah mengangguk dan tersenyum. "Ya, tentu saja aku masih ingat. Itu adalah saat-saat yang menyenangkan bagi kita berdua."
Angga kemudian mengambil tangan Sarah dan menatap langsung ke matanya. "Sarah, aku sudah lama menyukaimu. Aku ingin kita bisa lebih dari sekadar teman. Bisakah kau menerima perasaanku?"
Sarah terdiam sejenak, namun kemudian ia tersenyum dan menggenggam tangan Angga erat. "Aku juga sudah lama menyukaimu, Angga. Aku juga ingin kita bisa lebih dari sekadar teman. Ayo kita berdua menjalin hubungan yang lebih serius."
Angga merasa begitu senang mendengar jawaban dari Sarah. Tanpa pikir panjang, ia langsung mencium bibir Sarah dengan penuh cinta. Mereka pun berciuman dengan penuh gairah di teras gubuk di tengah sawah.
Setelah puas berciuman, Angga dan Sarah pun masuk ke dalam gubuk. Mereka saling melepas pakaian satu persatu dengan penuh nafsu. Sarah hanya tinggal memakai jilbab dan pakaian dalam putihnya yang menutupi tubuh langsingnya.
Angga yang telah telanjang bulat, memandang penuh nafsu tubuh Sarah yang cantik. Ia meraih payudara Sarah yang montok dan mulai meremas-remasnya dengan lembut. Sarah pun merintih kecil dan menggigit bibirnya seraya menikmati sentuhan dari Angga.
Tanpa pikir panjang, Angga melepas jilbab dan pakaian dalam yang dipakai Sarah. Ia terpesona melihat tubuh telanjang Sarah yang putih mulus. Angga pun mulai menjilati leher, payudara, perut, dan akhirnya memej et memek Sarah yang sudah basah oleh kenikmatan.
Sarah mengerang nikmat saat Angga mulai menjilat dan menyentuh tempat-tempat sensitifnya. Ia merasakan sensasi yang begitu luar biasa dan tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Sarah langsung memberikan dirinya kepada Angga dengan penuh nafsu dan gairah.
Angga pun tidak bisa menahan nafsunya lagi. Ia memasukkan kontolnya ke dalam memek Sarah yang sudah basah dan siap untuk dientotinya. Mereka berdua pun mulai bergerak dengan penuh nafsu dan gairah. Sarah merintih kecil sambil memegang erat tubuh Angga.
Mereka bercinta dengan liar di dalam gubuk tengah sawah. Suara desiran sawah bergemuruh di telinga mereka, namun itu hanya menambah sensasi kenikmatan mereka berdua. Mereka menujungi puncak kenikmatan bersama-sama.
Setelah puas bercinta, Angga dan Sarah saling berpelukan erat. Mereka merasakan kebahagiaan yang begitu besar setelah melepaskan hasrat seksual mereka. Angga bersyukur bisa memiliki Sarah sebagai pasangannya.
Dari hari itu, Angga dan Sarah pun menjalin hubungan yang lebih serius. Mereka sering bercinta di gubuk tengah sawah, tempat di mana cinta dan gairah mereka bermula. Mereka merasa begitu bahagia bisa saling mencintai dan berbagi kenikmatan satu sama lain. Dan mereka berdua tahu bahwa cinta dan nafsu seksual mereka takkan pernah pudar, seiring berjalannya waktu.