Cerita Dewasa Ngentot Dengan Mantan Pacar Di Penginapan

Cerita Dewasa Ngentot Mantan Pacar

Sebut saja namaku Ivan, seorang pria berusia 28 tahun yang tinggal di sebuah kota kecil di pinggiran. Aku baru saja putus dengan pacarku selama lima tahun, Sarah. Hubungan kami memang sudah tidak sehat dan akhirnya kami memutuskan untuk berpisah.


Tapi meski begitu, saya masih merindukan Sarah. Dia adalah wanita pertama yang pernah saya cintai dengan segenap hati. Setiap malam sebelum tidur, saya selalu teringat kenangan indah bersamanya. Sampai suatu hari saya mendapatkan pesan dari Sarah.


"Hey Ivan, apa kabar?" tulisnya.


Aku langsung merasa hati berdebar-debar saat membaca pesannya. Tanpa ragu-ragu, aku langsung membalas.


Baca Juga

"Aku baik, bagaimana denganmu?" ucapku.


Kami pun mulai saling bertukar pesan dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu. Sarah mengajakku untuk menginap di sebuah penginapan di luar kota. Tanpa berpikir panjang, aku segera menyetujui ajakannya.


Keesokan harinya, kami berdua bertemu di stasiun bus. Sarah terlihat cantik seperti biasa, rambut panjangnya tergerai indah dan senyumnya tetap manis seperti dulu. Kami pun berdua naik bus ke penginapan yang sudah dia pesan.


Sesampainya di penginapan, Sarah langsung memelukku erat. Aku merasa takjub karena masih bisa merasakan hangatnya pelukannya meski sudah lama tidak bertemu dengannya. Tanpa banyak basa-basi, kami pun segera masuk ke kamar yang sudah dia pesan.


Kamar penginapan itu cukup luas dan dilengkapi dengan jacuzzi. Sarah langsung melemparkan dirinya ke atas kasur dan meminta aku untuk bergabung dengannya. Tanpa ragu-ragu, aku pun segera menuruti permintaannya. 


Kami berdua terdiam sejenak, tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun. Namun, tatapan mata kami saling bersatu dan kami tahu bahwa keinginan kami hanya satu, untuk bercinta.


Dengan penuh gairah, saya mulai mencium bibir Sarah secara intim. Tak lama kemudian, Sarah pun merespon ciumanku dengan penuh nafsu. Kami pun berdua saling meraba tubuh satu sama lain, membuat gairah kami semakin memuncak.


Tangan Sarah mulai meraba-raba tubuhku dari atas pakaianku. Tanpa ragu, dia mulai melepas satu per satu pakaian yang menutupi tubuhku. Begitu juga dengan aku juga coba melakukan hal tersebut padanya. Aku seolah tak bisa menahan diri lagi, desahan dahaga dan gairah pun semakin keras terpampang.


Kami berdua pun saling meremas dan menciumi satu sama lain, membuat suasana semakin panas. Tak lama kemudian, kami pun berdua tersedot dalam kenikmatan bercinta yang begitu memabukkan. Setiap sentuhan, setiap elusan, setiap ciuman, semuanya terasa begitu nikmat.


Aku pun mulai menjilat leher Sarah dengan penuh nafsu, membuatnya mendesah-dahsah keenakan. Sementara itu, tangannya mulai meremas-remas kontolku yang sudah sekeras batang besi. Aku pun merasakan sensasi yang begitu luar biasa, tak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata.


Tidak butuh waktu lama bagi kami berdua untuk saling menyerahkan diri pada nafsu yang membara. Sarah pun mulai mengambil posisi di atas tubuhku dan mulai merayapi kontolku dengan liang vaginanya yang masih sempit. Aku pun menikmati setiap gerakan yang dilakukan oleh Sarah, panjang-pendek, lambat-cepat, semuanya terasa begitu nikmat.


Tak lama kemudian, aku pun mulai memompa memek Sarah dengan penuh gairah. Desahan-desahan kami pun semakin keras dan semakin memabukkan. Kami benar-benar melupakan segala hal, kecuali kenikmatan yang sedang kami rasakan.


Tanpa bisa menahan lagi, aku pun mulai mengeluarkan cairan hangatku di dalam memek Sarah. Sementara Sarah juga merasakan orgasme yang begitu luar biasa, tubuhnya bergetar hebat di atas tubuhku. Kami pun sama-sama tersenyum puas, menikmati hangatnya suasana setelah bercinta.


Kami pun berpelukan erat, merasa begitu nyaman dan bahagia. Meski hanya bercinta untuk satu malam, tapi itu sudah cukup membuat hati kami lega. Setelah itu, kami pun tidur berpelukan dalam damai, menikmati kehangatan tubuh satu sama lain.


Keesokan harinya, kami berdua memutuskan untuk kembali ke kota masing-masing. Meski hubungan kami sudah berakhir, tapi aku tahu bahwa kenangan indah malam itu akan selalu terpatri dalam ingatanku. Dan siapa tahu, mungkin suatu saat nanti kami akan bertemu lagi dan mengulang kenikmatan malam yang begitu luar biasa.


Sejak saat itu, hubunganku dengan Sarah memang tidak berlanjut. Tapi itu tidak mengurangi kenangan manis dan gairah yang kami rasakan saat bercinta di penginapan itu. Dan siapa tahu, mungkin di tempat lain dan waktu yang berbeda, kita akan kembali bersatu dalam lautan gairah dan nafsu yang menggelora.

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel