Cerita Dewasa Ngentot Dengan Pembantu Saat Istri Sedang Tidur
Sudah hampir pukul dua pagi saat Dito tiba di rumahnya setelah menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Ia masuk ke dalam rumah dengan hati-hati agar tidak mengganggu istri yang sedang tertidur di kamar. Namun, suasana rumah terasa hening dan sunyi, membuat Dito semakin merasa kesepian.

Ketika ia ingin menuju kamar mandi untuk mandi sebelum tidur, ia mendengar suara gemuruh dari dapur. Dengan cemas, Dito membuka pintu dapur dan mendapati pembantu rumah tangganya, Maya, sedang membersihkan dapur. Gadis remaja itu terlihat seksi dengan gaun putih pendek yang memperlihatkan pantatnya yang bulat.
Maya tersentak kaget saat melihat Dito masuk ke dalam dapur. Ia segera meletakkan lap untuk membersihkan piring yang tengah ia cuci. Dengan wajah malu, Maya bertanya, "Maaf pak, saya bisa membantu anda dengan sesuatu?"
Dito melirik ke arah pintu kamar istri yang tertutup rapat. Ia tahu bahwa istrinya sedang tertidur pulas di dalam sana. Idenya mulai berputar di kepala. Ia tersenyum licik dan berkata pada Maya, "Sebenarnya, saya butuh bantuanmu untuk sesuatu yang lebih spesial daripada membersihkan dapur."
Baca Juga
Maya menatap Dito dengan tatapan bingung. Namun, wajahnya berubah menjadi terkejut ketika Dito tiba-tiba mencium bibirnya dengan ganas. Gadis itu tidak bisa menolak ketika Dito memegang tangannya dan menariknya ke arah kamar tidur.
Ketika mereka sampai di kamar, Dito meraih tubuh Maya yang mungil dan mulai mencium lehernya dengan penuh gairah. Maya merasakan denyutan kegelisahan di dalam dadanya, tapi ia tidak bisa menahan diri dari gairah yang muncul di dalam tubuhnya.
Dengan gesit, Dito membuka gaun putih Maya dan melepaskan bra hitam yang melingkari payudaranya yang kencang. Ia terpesona oleh puting merah muda yang mengeras dari sentuhan lembutnya. Tanpa basa-basi lagi, Dito melepaskan celananya dan menyingkapkan memeknya yang sudah basah dari keinginan.
Maya menutup mata rapat-rapat saat Dito mulai menjilati klitorisnya yang merah muda. Ia merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dito memasukkan lidahnya ke dalam memek Maya yang sempit, membuat gadis itu merintih nikmat. Dengan gerakan yang cepat, Dito mengangkat kakinya ke atas bahunya dan mulai menindihnya dengan kontolnya yang keras.
Maya merasakan tekanan yang mengisi seluruh tubuhnya saat Dito memasukkan kontolnya yang besar ke dalam memeknya yang sempit. Gadis itu meronta-ronta di bawah tubuh Dito yang perkasa, namun tidak ada yang bisa dibuatnya untuk melawan gairah yang terus mendesaknya menuju puncak kenikmatan.
Dengan gerakan yang cepat dan gesit, Dito mulai memompa Maya dengan keras dan dalam. Suara desahan dan rintihan pun memenuhi ruangan kamar tidur. Istri Dito yang tertidur di kamar sebelah tidak menyadari apa yang sedang terjadi di dalamnya.
Maya merasakan panas yang membakar tubuhnya saat Dito terus menggenjotnya dengan penuh gairah. Ia merintih dan mendesah keras ketika puncak kenikmatan mulai mendekat. Tubuhnya terasa gemetar dan kejang-kejang saat ia mencapai klimaks yang mengguncang seluruh dirinya.
Dito merasakan semburan cairan hangat dari dalam memek Maya yang meremas kontolnya dengan kuat. Ia merasakan kenikmatan yang memuncak ketika Maya mencapai klimaksnya. Tanpa ragu, Dito terus memompa tubuh Maya dengan cepat sampai akhirnya ia melepaskan cairan kenikmatan di dalam memeknya.
Setelah keduanya mencapai puncak kenikmatan, Maya dan Dito terbaring lemas di atas kasur yang hangat. Mereka saling berbisik kata-kata mesra dan berbagi tawa kecil. Namun, cahaya kebahagiaan mereka segera meredup ketika suara langkah kaki di koridor mulai terdengar mendekat.
Dengan cemas, Dito melihat ke arah pintu kamar yang sedang terbuka perlahan. Istrinya, Ratna, berdiri di ambang pintu dengan ekspresi terkejut dan marah. Ia melihat tubuh telanjang Maya yang masih merebahkan diri di samping Dito dengan tatapan yang penuh kemarahan.
Dengan gemetar, Ratna menatap Dito dengan mata yang penuh amarah. Ia mengeluarkan kata-kata yang tajam dan menusuk hati Dito. Tanpa berkata apa-apa, ia meninggalkan kamar dengan langkah yang tegap. Dan Dito hanya bisa merasa menyesal dan bersalah atas keputusannya memilih untuk berselingkuh dengan pembantu rumah tangganya.
Sejak saat itu, rumah tangganya terus dilanda konflik dan ketegangan yang tak kunjung usai. Istrinya yang merasa terluka dan dikhianati terus mengusir Dito dari rumahnya. Sedangkan Maya, gadis muda itu terpaksa dipecat oleh Ratna dan kehilangan tempat tinggal.
Namun, meskipun sempat terluka dan tersakiti, Dito tidak bisa melupakan kenikmatan yang pernah ia rasakan bersama Maya. Ia terus merindukan sensasi yang membakar tubuhnya ketika mereka bersatu sebagai satu. Dan meskipun mereka harus terpisah dan tak akan pernah bersatu kembali, Dito masih terus memikirkan hari-hari yang penuh gairah dan kenikmatan yang pernah mereka lewati bersama.
Sejak saat itu, Dito harus menerima konsekuensi atas perbuatannya. Ia harus hidup dengan rasa bersalah dan penyesalan yang membelenggu hatinya. Namun, satu hal yang tidak pernah bisa ia lupakan adalah kenikmatan dan kepuasan yang pernah ia rasakan ketika ia ngentot dengan pembantu rumah tangganya saat istri sedang tidur pulas di kamar.